PRP atau platelet-rich plasma mungkin bermanfaat bagi sebagian pasien dengan osteoarthritis lutut yang mengalami nyeri dan gangguan fungsi, terutama ketika terapi konservatif belum cukup membantu.
Namun, kandidat PRP tidak ditentukan hanya oleh hasil rontgen atau “grade” OA. Kondisi struktur lutut, gejala, kesehatan umum, terapi sebelumnya, dan ekspektasi pasien perlu dinilai secara individual.
Apa Itu PRP untuk Osteoarthritis Lutut?
PRP adalah plasma darah yang mengandung konsentrasi trombosit lebih tinggi daripada darah biasa.
Umumnya, prosedur PRP melibatkan pengambilan sedikit darah pasien, pemrosesan menggunakan sentrifugasi, lalu penyuntikan plasma tersebut ke dalam atau di sekitar area sendi lutut sesuai indikasi.
Trombosit mengandung berbagai protein dan growth factors yang berperan dalam proses biologis seperti komunikasi sel, pengaturan inflamasi, dan perbaikan jaringan. Karena berasal dari darah pasien sendiri, PRP disebut bersifat autologus.
Pada osteoarthritis lutut, PRP diteliti karena berpotensi memengaruhi lingkungan biologis sendi, termasuk respons inflamasi dan aktivitas sel di jaringan sendi.
Namun, mekanisme biologis tersebut tidak berarti PRP pasti memperbaiki kerusakan struktural atau menumbuhkan kembali tulang rawan yang hilang.
Bagaimana PRP bekerja pada lutut?
Secara teoritis, komponen dalam PRP dapat:
- Memengaruhi mediator inflamasi di lingkungan sendi.
- Mendukung aktivitas sel tertentu pada jaringan sendi.
- Memengaruhi produksi zat yang berkaitan dengan pelumasan sendi.
- Membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi pada sebagian pasien.
Efek klinis PRP kemungkinan dipengaruhi oleh komposisi PRP, jumlah trombosit, kandungan leukosit, metode pemrosesan, jumlah injeksi, serta kondisi lutut pasien.
Karena protokol penelitian yang berbeda-beda, hasil antarpasien maupun antarpenelitian tidak selalu sama.
Siapa yang Mungkin Mendapat Manfaat PRP?
Tidak ada satu kriteria yang otomatis menjadikan seseorang cocok untuk PRP. Secara umum, PRP dapat dibicarakan sebagai salah satu pilihan pada pasien berikut.
Pasien dengan osteoarthritis lutut simptomatik
PRP lebih relevan untuk pasien yang diagnosis osteoarthritis-nya telah dievaluasi dan disertai gejala seperti:
- Nyeri ketika berjalan, berdiri, naik tangga, atau berolahraga.
- Kekakuan lutut, terutama setelah lama duduk atau beristirahat.
- Keterbatasan gerak.
- Penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
- Gangguan fungsi yang belum cukup teratasi dengan penanganan awal.
Diagnosis osteoarthritis (OA) tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan nyeri atau hasil pencitraan. Sebagian orang dapat memiliki perubahan pada rontgen tanpa gejala bermakna, sedangkan tingkat nyeri juga tidak selalu sebanding dengan derajat perubahan struktur.
Pasien dengan osteoarthritis ringan hingga sedang
Sejumlah penelitian menunjukkan kecenderungan manfaat PRP yang lebih konsisten pada OA lutut ringan hingga sedang.
Tinjauan naratif tahun 2025 melaporkan bahwa hasil klinis lebih menjanjikan pada pasien dengan OA awal hingga sedang, tetapi juga menekankan bahwa bukti masih dipengaruhi perbedaan formulasi PRP, protokol injeksi, dan durasi pemantauan.
Hal ini bukan berarti PRP hanya boleh diberikan pada OA grade tertentu. Istilah “grade 1-2 pasti cocok” atau “grade 4 pasti tidak bermanfaat” terlalu menyederhanakan pengambilan keputusan.
Pada kasus OA yang lebih lanjut, kerusakan struktur, deformitas, instabilitas, dan sumber nyeri lain dapat memengaruhi respons terapi.
Pasien yang masih bergejala setelah terapi konservatif
PRP dapat dipertimbangkan setelah pasien mendapatkan evaluasi dan menjalani penanganan dasar yang sesuai, seperti:
- Latihan penguatan otot dan latihan aerobik.
- Fisioterapi atau program rehabilitasi.
- Modifikasi aktivitas yang memperberat nyeri.
- Pengelolaan berat badan bila terdapat kelebihan berat badan atau obesitas.
- Obat-obatan sesuai pertimbangan dokter.
- Penggunaan alat bantu atau penyangga pada kondisi tertentu.
Pedoman NICE menempatkan latihan terapeutik dan pengelolaan berat badan sebagai bagian inti penanganan OA. Pada pasien dengan kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi.
Pasien yang ingin mempertimbangkan terapi injeksi non-operatif
Sebagian pasien ingin menunda atau belum memerlukan tindakan operasi, tetapi tetap mengalami nyeri yang mengganggu. Dalam situasi ini, PRP dapat menjadi salah satu opsi yang dibicarakan bersama dokter.
PRP bukan pengganti semua terapi osteoarthritis. Latihan, rehabilitasi, pengelolaan berat badan, edukasi, dan pengaturan aktivitas tetap penting meskipun pasien memilih terapi injeksi.
Siapa yang Belum Tentu Bisa Mendapatkan Manfaat?
Pada OA berat, kerusakan tulang rawan dan perubahan struktur sendi dapat lebih luas. Deformitas, penyempitan celah sendi yang berat, perubahan tulang, atau gangguan mekanik dapat membuat injeksi tidak menjadi solusi utama.
Pasien dengan kasus OA lanjut masih perlu dinilai secara individual, tetapi tujuan terapi mungkin lebih berfokus pada pengendalian gejala, mempertahankan fungsi, atau membahas pilihan lain, termasuk evaluasi operasi bila memang diperlukan.
Kondisi lutut yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut
PRP belum tentu sesuai bila terdapat:
- Deformitas lutut yang berat.
- Instabilitas sendi.
- Cedera ligamen atau meniskus yang signifikan.
- Dugaan patah tulang atau gangguan struktur lain.
- Pembengkakan yang belum jelas penyebabnya.
- Gejala yang tidak sesuai dengan pola OA biasa.
Dalam kondisi seperti ini, dokter perlu memastikan penyebab utama keluhan sebelum menentukan terapi.
Nyeri lutut yang terutama bukan karena osteoarthritis
Tidak semua nyeri lutut disebabkan oleh OA. Penyebab lain dapat meliputi:
- Cedera meniskus.
- Cedera ligamen.
- Tendinopati.
- Gout atau pseudogout/CPPD.
- Radang sendi autoimun.
- Infeksi sendi.
- Nyeri yang berasal dari pinggul, tulang belakang, atau saraf.
Karena itu, tidak semua pasien nyeri lutut otomatis menjadi kandidat terapi PRP.
Faktor Sebelum Menjalani PRP
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum menjalani PRP, antara lain:
| Faktor | Mengapa penting? |
| Derajat osteoarthritis | Memberi gambaran mengenai kondisi struktur sendi, tetapi tidak menjadi satu-satunya penentu respons. |
| Tingkat nyeri | Membantu menentukan urgensi dan tujuan penanganan. |
| Fungsi lutut | Menunjukkan dampak OA terhadap berjalan, bekerja, olahraga, dan aktivitas harian. |
| Usia | Merupakan salah satu karakteristik pasien yang dipertimbangkan bersama faktor lain. |
| Kondisi kesehatan umum | Penyakit penyerta dapat memengaruhi keamanan dan pilihan terapi. |
| Obat yang sedang digunakan | Beberapa obat perlu dibahas sebelum prosedur. Jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter. |
| Riwayat terapi sebelumnya | Membantu menilai respons terhadap fisioterapi, obat, atau injeksi sebelumnya. |
| Kondisi struktur lutut | Pemeriksaan dapat membantu membedakan OA dari cedera atau penyebab nyeri lain. |
| Tujuan pasien | Target terapi dapat berupa pengurangan nyeri, peningkatan fungsi, atau membantu menjalankan rehabilitasi. |
| Protokol PRP | Komposisi, jumlah injeksi, interval, dan metode pemberian dapat berbeda antar-klinik. |
Bagaimana Dokter Menentukan Kecocokan?
Kondisi dan kebutuhan medis tiap pasien berbeda-beda. Oleh karena itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan awal dalam menentukan tingkat kecocokan, yaitu:
Evaluasi gejala dan riwayat
Dokter akan menilai lokasi nyeri, kapan keluhan muncul, aktivitas yang memperburuk gejala, kekakuan, pembengkakan, riwayat cedera, penyakit penyerta, dan terapi yang pernah dilakukan.
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan dapat meliputi rentang gerak, stabilitas ligamen, pola berjalan, kekuatan otot, nyeri tekan, efusi, dan tanda yang mengarah ke sumber nyeri lain.
Pemeriksaan penunjang bila diperlukan
Rontgen sering digunakan untuk melihat perubahan struktur yang berkaitan dengan OA. USG atau MRI dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya ketika dokter mencurigai masalah meniskus, ligamen, tendon, sinovium, atau penyebab lain.
Hasil pencitraan perlu dibaca bersama gejala dan pemeriksaan fisik. Keputusan terapi sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan “grade” pada rontgen.
Menilai pilihan terapi lain
Dokter juga perlu membandingkan PRP dengan terapi non-injeksi, obat, kortikosteroid, asam hialuronat, rehabilitasi, atau tindakan lain sesuai kondisi pasien.
Beberapa pedoman internasional masih berhati-hati terhadap PRP karena hasil penelitian dan protokolnya belum seragam.
AAOS, misalnya, menyatakan bahwa dokumen teknologinya tidak memberikan rekomendasi untuk atau terhadap PRP, sementara tinjauan yang dirangkum dalam literatur menunjukkan bukti yang masih beragam.
Apa Manfaat yang Dapat Diharapkan?
Berikut ini beberapa potensi yang bisa didapatkan dari terapi PRP:
- Potensi pengurangan nyeri: Meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa PRP berpotensi mengurangi nyeri pada OA lutut dibandingkan kontrol, tetapi besarnya manfaat bervariasi dan tidak semua studi menunjukkan keunggulan yang sama.
- Potensi peningkatan fungsi: Sebagian pasien melaporkan perbaikan fungsi, seperti lebih mudah berjalan, naik tangga, atau melakukan latihan. Perbaikan fungsi biasanya dinilai menggunakan kuesioner dan ukuran klinis tertentu, bukan hanya berdasarkan kesan subjektif.
- Potensi perbaikan kualitas hidup: Jika nyeri berkurang dan fungsi membaik, kualitas hidup dapat ikut meningkat. Namun, hasil ini tidak otomatis terjadi pada semua pasien dan tidak dapat dijanjikan sebelum evaluasi.
Apakah PRP dapat memperbaiki tulang rawan?
Belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa PRP pasti menumbuhkan kembali tulang rawan yang telah rusak. Bukti mengenai efek struktural PRP masih terbatas dan tidak konsisten.
Tinjauan terbaru juga melaporkan bahwa perubahan pada pencitraan belum memberikan bukti kuat mengenai efek pengubah perjalanan penyakit.
Karena itu, PRP lebih tepat dijelaskan sebagai terapi yang mungkin membantu gejala dan fungsi pada sebagian pasien, bukan sebagai terapi yang menyembuhkan osteoarthritis secara permanen.
Seberapa Efektif PRP?
Bukti penelitian menunjukkan hasil yang cenderung menjanjikan untuk pengurangan nyeri dan perbaikan fungsi, terutama pada sebagian pasien dengan OA ringan hingga sedang. Namun, kepastian bukti tidak seragam.
Meta-analisis yang membandingkan PRP dengan plasebo menemukan adanya perbaikan pada sebagian penelitian, tetapi juga menekankan variasi hasil, dosis, frekuensi injeksi, waktu pemantauan, dan karakteristik pasien.
Hasil penelitian dapat berbeda karena:
- Jenis PRP, termasuk PRP dengan kandungan leukosit rendah atau tinggi.
- Konsentrasi dan jumlah trombosit.
- Metode pengambilan dan pemrosesan darah.
- Penggunaan aktivator tertentu.
- Jumlah dan interval injeksi.
- Derajat osteoarthritis.
- Usia dan tingkat aktivitas pasien.
- Berat badan dan penyakit penyerta.
- Terapi rehabilitasi yang dilakukan bersamaan.
- Cara penelitian mengukur nyeri dan fungsi.
Dengan demikian, hasil satu penelitian tidak dapat digunakan untuk menjamin hasil pada semua pasien.
Tujuan PRP dan Pilihan Terapi Lain
| Terapi | Tujuan utama | Catatan penting |
| PRP | Membantu mengurangi gejala dan berpotensi memengaruhi lingkungan biologis sendi. | Respons berbeda-beda; standardisasi protokol masih menjadi masalah. |
| Asam hialuronat | Membantu mengelola gejala pada sebagian pasien. | Rekomendasi pedoman berbeda; NICE tidak menganjurkan penggunaannya untuk OA. |
| Kortikosteroid | Mengurangi nyeri dan inflamasi dalam jangka pendek pada kondisi tertentu. | NICE menyebutkan manfaat umumnya jangka pendek, sekitar 2–10 minggu. |
| Fisioterapi dan latihan | Meningkatkan kekuatan, gerak, dan fungsi lutut. | Merupakan bagian penting penanganan OA, bukan sekadar terapi tambahan. |
| Pengelolaan berat badan | Mengurangi beban pada lutut dan membantu fungsi. | Bermanfaat terutama pada pasien dengan kelebihan berat badan atau obesitas. |
| Operasi | Mengatasi masalah struktur atau OA lanjut pada pasien terpilih. | Perlu evaluasi ortopedi; tidak semua pasien memerlukan operasi. |
Tabel ini bukan peringkat terapi. Pilihan yang sesuai bergantung pada diagnosis, tingkat gejala, kondisi struktur lutut, risiko, biaya, akses, serta tujuan pasien.
Apakah PRP Aman?
PRP berasal dari darah pasien sendiri, tetapi sifat autologus tidak berarti prosedurnya bebas risiko. Efek setelah injeksi dapat berupa:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman sementara.
- Pembengkakan atau rasa penuh pada lutut.
- Kekakuan sementara.
- Nyeri yang sempat meningkat sebelum membaik.
- Memar atau iritasi di area pengambilan darah atau suntikan.
- Infeksi sendi, yang jarang tetapi merupakan risiko setiap prosedur injeksi.
Tinjauan klinis melaporkan bahwa efek samping PRP umumnya ringan dan sementara, meskipun sebagian penelitian menemukan lebih banyak nyeri atau pembengkakan pascainjeksi dibandingkan asam hialuronat.
Informasikan kepada dokter mengenai obat yang sedang digunakan, gangguan pembekuan darah, infeksi aktif, alergi, penyakit penyerta, dan riwayat tindakan pada lutut.
Berapa Kali PRP Diberikan?
Jumlah injeksi PRP tidak memiliki aturan universal. Penelitian dan praktik klinis menggunakan protokol yang berbeda, mulai dari satu injeksi hingga beberapa injeksi dengan interval tertentu.
Beberapa konsensus ahli membahas rangkaian satu hingga tiga injeksi, tetapi konsensus tersebut juga mengakui bahwa sebagian rekomendasi didasarkan pada bukti yang terbatas atau pengalaman ahli.
Karena itu, jumlah dan jarak injeksi perlu ditentukan berdasarkan kondisi pasien, jenis PRP, tujuan terapi, respons terhadap injeksi sebelumnya, serta protokol dokter. Hindari memilih klinik hanya berdasarkan jumlah suntikan atau klaim bahwa semakin banyak suntikan pasti semakin baik.
Persiapan Sebelum Terapi
Sebelum memutuskan terapi PRP, pastikan Anda sudah:
- Mendapatkan diagnosis yang jelas dari dokter.
- Mengetahui tingkat dan kondisi struktur lutut.
- Mendiskusikan obat dan penyakit penyerta.
- Menyampaikan riwayat cedera atau operasi lutut.
- Menanyakan apakah pemeriksaan penunjang diperlukan.
- Memahami tujuan terapi yang realistis.
- Mengetahui potensi efek samping dan tanda bahaya.
- Menanyakan jenis serta komposisi PRP yang digunakan.
- Mengetahui jumlah dan interval injeksi yang direncanakan.
- Memahami rencana rehabilitasi setelah prosedur.
- Mengetahui cara mengevaluasi hasil terapi.
- Mendiskusikan biaya dan kemungkinan terapi alternatif.
Pertanyaan untuk Dokter
Beberapa pertanyaan yang dapat dibawa saat konsultasi:
- Apa penyebab utama nyeri lutut saya?
- Seberapa berat osteoarthritis saya?
- Apakah saya termasuk kandidat PRP?
- Apa tujuan terapi dalam kondisi saya?
- Jenis PRP apa yang digunakan?
- Berapa kali injeksi yang mungkin diperlukan?
- Kapan manfaat terapi biasanya dievaluasi?
- Apa manfaat yang realistis untuk kondisi saya?
- Apa risiko dan efek samping yang mungkin terjadi?
- Apa alternatif selain PRP?
- Apakah saya tetap perlu fisioterapi dan latihan?
- Apa tanda yang mengharuskan saya segera menghubungi dokter?
Konsultasikan dengan Saffron Regenerative
Osteoarthritis lutut dapat memiliki tingkat keparahan, gejala, dan kondisi struktur sendi yang berbeda pada setiap orang.
Karena itu, pilihan terapi sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan diagnosis osteoarthritis atau hasil pencitraan, tetapi melalui evaluasi kondisi lutut dan tujuan penanganan masing-masing pasien.
Di sisi yang sama, terapi PRP bukan jaminan untuk mengatasi osteoarthritis atau menumbuhkan kembali tulang rawan juga.
Dalam hal ini, Saffron Regenerative menyediakan layanan yang berkaitan dengan pendekatan regeneratif dan penanganan kondisi muskuloskeletal, termasuk terapi PRP yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan dalam penanganan osteoarthritis lutut setelah melalui konsultasi dan evaluasi medis.
Jika Anda mengalami nyeri atau keterbatasan fungsi akibat osteoarthritis lutut dan ingin mengetahui apakah PRP sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis Saffron Regenerative.
Evaluasi dapat membantu menentukan pilihan terapi berdasarkan kondisi lutut, riwayat kesehatan, dan tujuan penanganan Anda.
Konsultasikan kondisi lutut Anda melalui WhatsApp Saffron Regenerative di 0811-1302-2727.
Kesimpulan
PRP untuk osteoarthritis lutut dapat menjadi salah satu pilihan pada sebagian pasien, terutama mereka yang mengalami nyeri dan gangguan fungsi setelah diagnosis dievaluasi dengan tepat.
Kandidat dan kemungkinan manfaat PRP perlu dinilai berdasarkan gejala, fungsi lutut, kondisi struktur sendi, derajat osteoarthritis, kesehatan umum, terapi sebelumnya, dan tujuan pasien.
PRP tidak sebaiknya diposisikan sebagai jaminan untuk menumbuhkan kembali tulang rawan atau menyembuhkan osteoarthritis secara permanen. Bukti penelitian masih berkembang dan hasil terapi dapat berbeda pada setiap pasien.
Pertanyaan Terkait PRP untuk Osteoarthritis Lutut
Apakah PRP bisa menyembuhkan osteoarthritis lutut?
Tidak. PRP belum terbukti dapat menyembuhkan osteoarthritis lutut secara permanen atau mengembalikan sendi seperti semula. Pada sebagian pasien, PRP mungkin membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi untuk periode tertentu.
Manfaat tersebut berbeda-beda dan tetap perlu dikombinasikan dengan penanganan OA yang sesuai, seperti latihan, rehabilitasi, dan pengelolaan berat badan.
PRP untuk osteoarthritis lutut cocok untuk grade berapa?
PRP sering diteliti pada osteoarthritis ringan hingga sedang, tetapi tidak ada batas grade yang berlaku mutlak untuk semua pasien.
Kecocokan terapi tidak ditentukan hanya oleh hasil rontgen. Gejala, fungsi, kondisi struktur lutut, deformitas, penyakit penyerta, terapi sebelumnya, dan tujuan pasien juga perlu dipertimbangkan oleh dokter.
Apakah PRP dapat menumbuhkan kembali tulang rawan?
Belum ada bukti kuat bahwa PRP pasti menumbuhkan kembali tulang rawan lutut yang telah rusak. PRP mungkin memengaruhi proses inflamasi dan lingkungan biologis sendi, tetapi efek strukturalnya masih diteliti.
Karena itu, manfaat PRP sebaiknya dijelaskan sebagai potensi pengurangan gejala dan perbaikan fungsi, bukan regenerasi tulang rawan yang terjamin.
Berapa kali PRP untuk osteoarthritis lutut?
Jumlah injeksi PRP berbeda-beda, bergantung pada kondisi pasien, jenis PRP, protokol klinis, dan respons terhadap terapi. Penelitian menggunakan satu hingga beberapa injeksi dengan interval yang berbeda.
Dokter perlu menjelaskan alasan pemilihan protokol, target terapi, waktu evaluasi, serta pilihan bila manfaat yang diharapkan belum tercapai.
Apakah PRP aman untuk penderita osteoarthritis lutut?
PRP umumnya memiliki efek samping lokal yang ringan dan sementara, seperti nyeri, bengkak, atau kaku setelah injeksi. Namun, prosedur tetap memiliki risiko, termasuk infeksi yang jarang.
Berasal dari darah sendiri tidak berarti bebas risiko. Sampaikan kepada dokter semua obat, penyakit penyerta, gangguan pembekuan, dan kondisi infeksi sebelum terapi.
Ringkasan Sumber
- Tinjauan J Clin Med 2025 – Platelet-Rich Plasma for Knee Osteoarthritis
- Systematic review dan meta-analysis 2025
- NICE guideline: Osteoarthritis in over 16s: diagnosis and management
Artikel ini bersifat informasional dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau rencana terapi dari dokter. Klaim mengenai layanan Saffron Regenerative sebaiknya ditinjau kembali berdasarkan informasi layanan terbaru dan reviewer medis sebelum dipublikasikan.