FAQ
Jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai terapi regeneratif di Saffron Regenerative.
Saffron Regenerative by Lamina adalah layanan kedokteran regeneratif berbasis edukasi (education driven regenerative therapy) yang berada di bawah naungan Lamina Hospital.
Fokusnya adalah membantu tubuh memperbaiki dan meregenerasi jaringan yang rusak, bukan sekadar meredakan gejala penyakit.
Tagline ini berarti Saffron mengutamakan edukasi pasien sebelum memberikan terapi. Pasien diajak memahami kondisi tubuhnya, pilihan terapi yang tersedia, serta manfaat dan risikonya, sebelum mengambil keputusan bersama dokter.
Saffron berada dalam ekosistem Lamina Hospital, yang sudah berpengalaman di bidang pain management, spine care, wound care, orthopedic, dan rehabilitation medicine.
Saffron Regenerative berada di beberapa lokasi. Lokasi pertama di Saffron Regenerative at KURI, Jl. Hajjah Tutty Alawiyah No. 34B, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan.
Lokasi kedua di Saffron Regenerative at Lamina Hospital, Jl. Margasatwa No.14 & 14A, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Saffron tidak hanya menyediakan terapi, tetapi menekankan proses konsultasi, pemeriksaan, dan edukasi menyeluruh sebelum menentukan terapi.
Setiap tindakan diberikan setelah evaluasi medis dan penetapan indikasi oleh dokter, bukan berdasarkan permintaan pasien semata.
Tujuh nilai utamanya adalah scientific integrity, art of care, future focused, family approach, regenerative results, outstanding experience, dan nurturing knowledge.
Alurnya terdiri dari enam tahap: konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh, menemukan sumber masalah, menentukan terapi personal, mendukung proses regenerasi, monitoring dan rehabilitasi, hingga kembali beraktivitas sambil menjaga kesehatan jangka panjang.
Karena kondisi setiap pasien berbeda, program terapi disusun berdasarkan hasil pemeriksaan biologis, metabolik, inflamasi, dan gaya hidup masing-masing individu, bukan paket terapi yang sama untuk semua orang.
Functional Medicine adalah pendekatan yang melihat kondisi tubuh secara menyeluruh — bukan hanya keluhan utama, tetapi juga metabolisme, nutrisi, pola tidur, aktivitas fisik, stres, dan gaya hidup pasien.
Pasien dengan keluhan berulang seperti mudah lelah, berat badan sulit dikontrol, gangguan tidur, gangguan pencernaan, atau kadar gula dan kolesterol yang tidak optimal, serta yang ingin mencegah penyakit kronis sejak dini.
Regenerative Medicine adalah bidang kedokteran yang fokus pada perbaikan dan pemulihan jaringan tubuh yang rusak akibat cedera, peradangan, penuaan, atau penyakit tertentu, dengan memanfaatkan mekanisme biologis tubuh sendiri.
Layanan ini menangani gangguan sendi, tulang, otot, tendon, dan ligamen dengan menggabungkan ilmu ortopedi, rehabilitasi, dan terapi regeneratif seperti PRP pada pasien terpilih. Contoh keluhan yang ditangani: nyeri lutut, nyeri bahu, cedera olahraga, dan sendi kaku.
Layanan ini berfokus mencari sumber nyeri di tulang belakang, sendi, dan jaringan sekitarnya, lalu memilih terapi paling sesuai — mulai dari obat, fisioterapi, hingga interventional pain management, dengan terapi biologis hanya digunakan bila memang sesuai indikasi.
Program multidisiplin untuk membantu pasien dengan gangguan sistem saraf, seperti pemulihan pasca-stroke, neuropati, atau cedera saraf, mempertahankan atau memulihkan fungsi tubuh semaksimal mungkin.
Program perawatan ginjal yang menggabungkan penanganan nefrologi dengan pengendalian faktor metabolik, ditujukan bagi pasien dengan fungsi ginjal menurun, seperti pada penyakit ginjal kronis atau diabetic kidney disease.
Layanan untuk pasien dengan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau psoriasis, dengan pendekatan anti-inflamasi dan imunomodulasi.
Program terpadu untuk mengontrol diabetes sekaligus menangani luka yang sulit sembuh, terutama luka kaki diabetes, melalui pengendalian gula darah, perawatan luka modern, dan terapi tambahan seperti PRP pada pasien terpilih.
Regenerative Aesthetic mendukung perbaikan biologis kulit dan rambut (misalnya untuk kerontokan atau tanda penuaan), sedangkan Cancer Care adalah layanan multidisiplin yang mendampingi pasien kanker dari diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan, termasuk dukungan nutrisi dan rehabilitasi.
PRP adalah terapi regeneratif yang menggunakan trombosit (platelet) dari darah pasien sendiri. Platelet mengandung growth factor yang membantu mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi inflamasi, dan merangsang regenerasi sel.
Prosesnya terdiri dari empat tahap: pengambilan darah pasien, pemrosesan dengan centrifuge, pemisahan platelet, lalu penyuntikan PRP ke area target. Durasi total sekitar 30–45 menit.
Untuk area ortopedi dan spine: osteoarthritis, frozen shoulder, tennis elbow, HNP, nyeri punggung bawah, dan plantar fasciitis. Untuk rambut, kulit, dan luka: kerontokan rambut, bekas jerawat, serta luka kaki diabetes dan luka kronis.
Umumnya PRP dilakukan 2–4 kali tergantung kondisi. Hasil awal biasanya terlihat dalam 2–6 minggu, dengan perbaikan maksimal dalam 3–6 bulan.
Efek samping yang normal berupa bengkak dan nyeri ringan atau memar kecil, yang biasanya membaik dalam 2–5 hari. Pasien perlu segera menghubungi dokter bila muncul demam tinggi, nyeri makin berat, kemerahan meluas, atau keluar nanah.
Sebelum terapi: makan cukup, minum air putih, tidur cukup, hindari alkohol dan rokok. Sesudah terapi: istirahat, kompres dingin bila perlu, dan hindari olahraga berat, sauna, serta pijat selama 48 jam pertama.
PRP bersifat autologous (berasal dari tubuh pasien sendiri), sehingga risiko alergi atau penolakan tubuh sangat rendah. Meski demikian, hasilnya tidak permanen karena dipengaruhi usia, penyakit penyerta, dan gaya hidup pasien.
Secretome adalah kumpulan substansi bioaktif yang dilepaskan oleh stem cell ke lingkungan sekitarnya. Terapi ini bersifat acellular (cell-free) karena tidak menggunakan sel hidup, melainkan memanfaatkan cairan kaya nutrisi hasil sekresi sel tersebut.
Secretome mengandung ribuan biomolekul penyembuh, meliputi growth factors, cytokines, exosomes dan microvesicles, serta extracellular matrix proteins yang mendukung struktur jaringan.
Secretome bekerja melalui paracrine signaling, yaitu sistem komunikasi antarsel yang memerintahkan sel-sel rusak untuk memperbaiki diri. Manfaatnya meliputi efek anti-inflamasi, pro-angiogenik (membentuk pembuluh darah baru), dan neuroprotektif.
Secretome dapat dipertimbangkan untuk kondisi autoimun dan inflamasi (misalnya rheumatoid arthritis), ortopedi (osteoarthritis), neurologi (Parkinson, Alzheimer, cedera saraf tulang belakang), dan luka kronis seperti ulkus diabetik.
Secretome tidak diberikan pada pasien dengan infeksi sistemik aktif, kanker aktif tanpa persetujuan onkolog, atau kondisi medis gawat darurat yang tidak stabil.
Exosome adalah vesikel berukuran nano yang berfungsi sebagai “kurir pesan” biologis, membawa mRNA, protein, dan growth factor dari stem cell untuk menstimulasi pembaruan sel. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya bisa menembus jaringan secara dalam dan efisien.
Exosome sebenarnya adalah salah satu komponen di dalam secretome. Bedanya, exosome adalah partikel kurir spesifik, sementara secretome mencakup keseluruhan cairan bioaktif termasuk growth factor dan cytokine lainnya.
Hasil Exosome umumnya mulai terlihat sekitar 2 minggu setelah perawatan dan bisa dilakukan pengulangan 1-3 tahun setelahnya, tergantung beratnya penyakit yg diderita dan kebutuhan.
Prosedurnya sangat minim rasa sakit karena bebas dari pengambilan darah. Biasanya diaplikasikan secara topikal setelah microneedling atau laser, atau melalui injeksi superkaliber yang sangat kecil.
Exosome digunakan untuk rejuvenasi kulit, bekas jerawat, kerontokan rambut (alopecia), pemulihan tulang rawan tahap awal secara investigasional, dan pemulihan cepat setelah prosedur laser atau microneedling.
Stem cell (sel punca) adalah terapi regeneratif yang ditujukan untuk mengatasi penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang tidak bisa disembuhkan total namun progresivitasnya dapat dihambat atau diperbaiki.
Stem cell dengan kualitas terbaik berasal dari sumber paling muda, yaitu tali pusat dan plasenta, karena memiliki daya regenerasi tinggi namun tetap aman.
Autologous berasal dari tubuh pasien sendiri, aman dari penolakan imun tetapi memiliki keterbatasan seperti proses kultur yang lama dan kualitas sel yang menurun seiring usia. Allogeneic berasal dari donor tali pusat, melalui skrining ketat, dan mampu menghasilkan sel dalam jumlah jauh lebih besar.
Penggunaan embrio dilarang karena alasan etika dan moral, serta risiko medis tinggi berupa teratoma (tumor ganas berisi berbagai jenis jaringan sel asing) jika sel embrionik disuntikkan ke tubuh.
Indikasi utamanya meliputi osteoarthritis derajat berat, degenerasi diskus tulang belakang, dan gangguan autoimun sistemik tertentu. Kontraindikasinya adalah pasien dengan riwayat kanker aktif, infeksi sistemik aktif, atau kelainan darah bawaan yang tidak stabil.
Tahapannya meliputi skrining awal (lab dan radiologi), penghentian obat tertentu sesuai anjuran dokter, persiapan sel di laboratorium bersertifikasi GMP, tindakan injeksi dengan panduan USG atau fluoroskopi, dan observasi medis pasca tindakan.
Efek samping umum bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri tekan di lokasi injeksi, pembengkakan ringan, atau demam ringan yang mereda dalam 1–3 hari. Komplikasi seperti infeksi sendi atau reaksi alergi sangat jarang terjadi.
Hasilnya melalui tiga fase: fase inflamasi dan adaptasi (minggu 1–2), fase proliferasi dengan nyeri berkurang drastis (bulan 1–3), hingga fase remodeling dengan struktur jaringan baru terbentuk maksimal (bulan 6–12).
PRP berasal dari darah pasien sendiri dengan sekitar 7–25 jenis growth factor. Secretome dan Exosome bersifat cell-free dengan kandungan lebih dari 1.000 growth factor, mRNA, dan cytokine. Stem Cell menggunakan sel hidup yang dapat membelah dan membangun ulang struktur jaringan secara langsung, dengan dampak struktural paling mendalam untuk kerusakan berat.
Tidak ada jawaban tunggal karena kecocokan tergantung diagnosis, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Pemilihan terapi selalu ditentukan oleh dokter setelah konsultasi dan pemeriksaan.
Tidak. Terapi regeneratif dan terapi berbasis sel tidak menggantikan terapi standar yang sudah terbukti, dan hanya digunakan pada indikasi yang sesuai dengan bukti ilmiah serta ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran dan konsultasi awal dapat dilakukan melalui kontak resmi Saffron Regerenative di nomor 0811-1302-2727 atau melalui website saffronregenerative.id.
Sebaiknya bawa riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya (bila ada), dan daftar obat yang sedang dikonsumsi, karena dokter perlu memastikan kondisi seperti kehamilan, demam, konsumsi obat pengencer darah, atau infeksi sebelum menentukan terapi.
Bila muncul tanda seperti demam tinggi, nyeri yang semakin berat, kemerahan meluas, atau keluar nanah/perdarahan di area suntikan, pasien harus segera menghubungi dokter atau layanan Saffron Regenerative by Lamina di 0811-1302-2727.
Masih Ada Pertanyaan Lain?
Tim Saffron Regenerative siap membantu menjawab pertanyaan Anda seputar terapi regeneratif dan kesesuaiannya untuk kondisi Anda.